Kami menjual berbagai macam mainan anak dan laptop anak.
Mainan anak
Laptop Mainan
Laptop Anak
Jual Mainan Anak - Laptop Anak
Mainan Anak, Tingkatkan Motivasi Belajar
Sebagai alat untuk bermain, pemilihan mainan dan juga materi bermain sangatlah penting agar manfaatnya optimal. Mainan melimpah tak ada gunanya jika mainan tersebut tidak memiliki nilai edukatif. Artinya, mainan tersebut memberikan kenikmatan bermain sekaligus manfaat belajar atau keterampilan tertentu. Namun, tidak berarti pula Anda harus menjejali si kecil dengan mainan edukatif yang terlalu banyak. Mainan hanyalah salah satu faktor pendukung untuk mengoptimalkan perkembangan otak anak.
Tiga tahun pertama merupakan periode emas perkembangan otak anak. Pada masa itu, ia membutuhkan banyak stimulasi. Semakin banyak stimulasi yang diberikan, maka hubungan koneksi antar saraf akan semakin banyak. Artinya, anak akan semakin cerdas. Salah satu bentuk stimulasinya adalah mainan. Anda bisa memberikan mainan sejak dini, namun tidak berarti sejak bayi. ?Orangtua? sebenarnya adalah alat permainan alami bagi bayi. Artinya, bayi lebih baik bermain dengan orangtuanya. Anda boleh mengenalkan mainan edukatif sejak anak berusia 1-1,5 tahun. Pada usia tersebut, si kecil sudah mampu memahami sebuah konsep permainan meskipun kemampuan berbicaranya belum jelas.
Yang perlu Anda perhatikan ketika memilih mainan adalah kesesuaian mainan dengan usia si anak. Usia menunjukkan tahap perkembangan si kecil, baik fisik maupun mental. Mainan yang terlalu sulit membuat anak frustasi. Sebaliknya jika terlalu mudah, mainan itu tidak lagi menarik bagi si kecil. Untuk mempermudah Anda memilih mainan, beberapa produsen mainan mencantumkan kategori usia di setiap kemasan mainan.
Berikut adalah ciri-ciri mainan yang bersifat edukatif:
1. Dibuat untuk merangsang kemampuan dasar pada balita
2. Memiliki banyak fungsi. Artinya, ada beberapa variasi mainan di dalam satu mainan sehingga stimulasi yang diperoleh anak pun beragam
3. Mendorong kemampuan pemecahan masalah. Contohnya mainan bongkar pasang atau puzzle
4. Melatih ketelitian dan ketekunan anak. Tak sekadar menikmati, tetapi si kecil juga dituntut ketelitiannya saat memainkannya
5. Melatih konsep dasar. Artinya, si anak bisa mengenal dan mengembangkan kemampuan dasar seperti bentuk, warna, tekstur, besaran. Selain itu, mainan edukatif mampu melatih kerja saraf motorik halus
6. Merangsang kreativitas anak. Anak-anak semakin kreatif melalui variasi mainan yang dilakukan
Mainan Anak
Atasi Penyakit Anak Secara Herbal
Bermain Puzzle Bikin Anak Cerdas
ASAH OTAK SI KECIL DENGAN BERMAIN PUZZLE!!
Proses belajar pada anak usia balita lebih diarahkan untuk melatih mereka mengembangkan kecerdasan maupun keterampilan. Banyak ahli percaya bahwa masa balita merupakan masa yang sangat penting bagi perkembangan otak anak. Orang tua dapat membantu merangsang perkembangan otak anak dengan memberikan pembelajaran melalui permainan.
Salah satu mainan yang disukai oleh anak balita adalah puzzle. Banyak ahli pendidikan menyarankan orang tua untuk memberikan mainan puzzle kepada balita. Bermain puzzle selain menyenangkan juga meningkatkan keterampilan anak. Hampir semua sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) dan Kelompok Bermain (Playgroup) menggunakan sarana puzzle sebagai sarana belajar dan bermain.
Beberapa manfaat bermain puzzle bagi anak-anak antara lain:
1. Meningkatkan Keterampilan Kognitif
Keterampilan kognitif (cognitive skill) berkaitan dengan kemampuan untuk belajar dan memecahkan masalah. Puzzle adalah permainan yang menarik bagi anak balita karena anak balita pada dasarnya menyukai bentuk gambar dan warna yang menarik. Dengan bermain puzzle anak akan mencoba memecahkan masalah yaitu menyusun gambar. Pada tahap awal mengenal puzzle, mereka mungkin mencoba untuk menyusun gambar puzzle dengan cara mencoba memasang-masangkan bagian-bagian puzzle tanpa petunjuk. Dengan sedikit arahan dan contoh, maka anak sudah dapat mengembangkan kemampuan kognitifnya dengan cara mencoba menyesuaikan bentuk, menyesuaikan warna, atau logika. Contoh usaha anak menyesuaikan bentuk misalnya bentuk cembung harus dipasangkan dengan bentuk cekung. Contoh usaha anak menyesuaikan warna misalnya warna merah dipasangkan dengan warna merah. Contoh usaha anak menggunakan logika, misalnya bagian gambar roda atau kaki posisinya selalu berada di bawah.
2. Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus
Keterampilan motorik halus (fine motor skill) berkaitan dengan kemampuan anak menggunakan otot-otot kecilnya khususnya tangan dan jari-jari tangan. Anak balita khususnya anak berusia kurang dari tiga tahun (batita) direkomendasikan banyak mendapatkan latihan keterampilan motorik halus. Dengan bermain puzzle tanpa disadari anak akan belajar secara aktif menggunakan jari-jari tangannya. Supaya puzzle dapat tersusun membentuk gambar maka bagian-bagian puzzle harus disusun secara hati-hati. Perhatikan cara anak-anak memegang bagian puzzle akan berbeda dengan caranya memegang boneka atau bola. Memengang dan meletakkan puzzle mungkin hanya menggunakan dua atau tiga jari, sedangkan memegang boneka atau bola dapat dilakukan dengan mengempit di ketiak (tanpa melibatkan jari tangan) atau menggunakan kelima jari dan telapak tangan sekaligus.
3. Meningkatkan Keterampilan Sosial
Keterampilan sosial berkaitan dengan kemampuan berinteraksi dengan orang lain. Puzzle dapat dimainkan secara perorangan. Namun puzzle dapat pula dimainkan secara kelompok. Permainan yang dilakukan oleh anak-anak secara kelompok akan meningkatkan interaksi sosial anak. Dalam kelompok anak akan saling menghargai, saling membantu dan berdiskusi satu sama lain. Jika anak bermain puzzle di rumah orang tua dapat menemani anak untuk berdiskusi menyelesaikan puzzlenya, tetapi sebaiknya orang tua hanya memberikan arahan kepada anak dan tidak terlibat secara aktif membantu anak menyusun puzzle.
Tips Memilih Puzzle Untuk Anak Balita
1. Pilihlah tingkat kesulitan yang sesuai untuk usia anak.
Puzzle tersedia dalam tingkat kesulitan yang berbeda mulai dari empat elemen sampai ribuan elemen (untuk orang dewasa). Kalau ragu untuk memilih puzzle yang sesuai, maka perhatikan rekomendasi pada kemasan. Untuk anak-anak biasanya ada rekomendasi batasan umur pengguna.
Sebagai awal, pilih puzzle yang memasang bentuk, tahap selanjutnya baru menyusun kepingan, mulai dari jumlah sedikit, lalu jumlah kepingan yang lebih banyak/lebih rumit.
2. Pilihlah bahan yang sesuai dengan usia anak agar aman dimainkan anak. Bahan puzzle bisa berupa kayu, kertas, plastik, karet, busa (foam) dan lain lain.
3. Sesuaikan dengan kesukaan anak. Anak laki-laki umumnya menyukai tema yang berbeda dengan anak perempuan. Ada baiknya anak diajak untuk memilih tema yang disukai.
Untuk mendapatkan Puzzle bagi anak-anak Anda silahkan klik Mainan Anak
Benarkah Permainan 3D Berbahaya?
Tips Bepergian dengan Baby
Perjalanan tidak harus ditunda bila bayi terlibat, yang penting kita harus memastikan persiapan untuk bayi kita. Selama semua kebutuhan penting sudah dibawa, dan bayi dilindungi dari penyakit, bepergian dengan bayi adalah tugas yang mudah dilakukan.
Apa yang harus dibawa untuk Bayi Anda
Ketika packing pakaian untuk bayi, penting untuk paket satu baju ditambah satu ekstra per hari, bersama dengan piyama untuk setiap malam. Tergantung pada lokasi perjalanan, orang tua harus mempersiapkan pakaian yng sesuai dengan cuaca untuk bayi mereka. Jika bepergian di suatu tempat dingin, orang tua harus memastikan untuk membawa beberapa artikel pakaian hangat, termasuk pakaian salju, topi, sarung tangan dan sepatu bot. Bila bepergian ke lokasi hangat, orang tua harus membawa topi matahari, layar matahari, kacamata hitam dan pakaian cahaya.
Yang penting harus diingat - ini berarti hal-hal seperti popok, krim popok, lap bayi, oto, piring dan peralatan, botol jika botol susu, makanan ringan dan cangkir untuk bayi yang lebih tua. Membawa selimut bayi memastikan bahwa bayi bisa membungkus jika diperlukan dan dibungkus untuk menenangkan dirinya selama hari sibuk.
Orang tua harus membawa kursi mobil bayi untuk perjalanan, bahkan jika terbang atau naik bus. Orangtua perlu memastikan bahwa bayi mereka memiliki tempat yang aman untuk tidur saat bepergian. Mereka mungkin perlu membawa boks portabel atau keranjang, atau telepon ke depan ke hotel dan memesan kamar dengan tempat tidur.
Memastikan Keselamatan dari Penyakit sedangkan Travelling
Ketika meninggalkan negara, adalah penting bahwa bayi dilindungi terhadap penyakit di tempat perjalanan. Orang tua harus berbicara dengan dokter keluarga mereka tentang di mana mereka berlibur dengan bayi. Dokter dapat membantu untuk memutuskan jika ada vaksinasi tambahan diperlukan untuk perjalanan.
Makanan Bayi Anda Selama Perjalanan
Jika bayi disusui, lebih mudah untuk memberi makan selama perjalanan. Ketika bepergian di pesawat, ibu mungkin ingin untuk membeli kursi yang memberikan privasi yang cukup selama menyusui. Jika ini tidak mungkin, ibu mungkin ingin menggunakan keperawatan ditutup-tutupi selimut. Jika bepergian dengan mobil, berhenti secara teratur adalah penting untuk memastikan bahwa bayi cukup makan. Menyusui selama perjalanan bis mudah - ibu bisa memilih tempat duduk ke bagian belakang bus atau kursi jendela untuk privasi.
Orangtua yang membawa botol yang cukup untuk bertahan selama perjalanan. Jika bepergian akan memakan waktu yang lama, harus ada botol cukup untuk terakhir tanpa mencuci sampai tujuan tercapai. Hal ini penting untuk membawa kaleng tambahan formula untuk memastikan bahwa selalu ada makanan yang tersedia bagi bayi.
bayi yang lebih tua harus sering diberikan dengan jumlah makanan selama perjalanan. Meskipun kelihatannya mudah untuk berhenti untuk bungkus makanan selama liburan, tidak selalu terbaik untuk kesehatan bayi. Kemasan makanan non-rusak dapat membantu memastikan bahwa anak selalu dapat makan ketika lapar. Makanan yang dikemas harus termasuk orang yang dapat dimakan tanpa persiapan, dalam kasus bayi menjadi sementara lapar di mobil, pesawat atau bus.
Singkatnya, orang tua harus selalu memeriksa koper mereka untuk memastikan bahwa mereka memiliki segala sesuatu yang mereka butuhkan untuk bepergian dengan bayi. Vaksinasi mungkin diperlukan untuk mencegah penyakit asing, tapi berlibur dengan bayi adalah umum dan mudah.
Pusat mainan anak berkualitas
http://www.mainan-anakku.com
Tips Memilih Mainan Anak
Mainan anak tidak perlu yang mahal atau canggih. Yang penting, ia senang memainkannya dan mainan itu melatih berbagai aspek penting yang diperlukan untuk perkembangannya.
TIGA ASPEK
Mainan yang baik, harus memenuhi 3 aspek. Yaitu yang dapat membantu perkembangan fisik-motorik, kognitif (kecerdasan), dan proses emosi-sosial anak. "Komputer atau game memang bisa merangsang aspek kognitif anak karena ia dituntut dapat mengatur strategi untuk menyelesaikan permainan dengan baik, sehingga pemecahan masalahnya dapat merangsang kognitifnya."
Namun, tambahnya, fisik motorik dan emosional-sosial anak tidak terlatih. "Sedangkan anak batita harus dilatih juga perkembangan fisik motoriknya serta emosional-sosialnya sehingga ia tak canggung lagi jika nanti harus bersosialisasi dengan anak lain. Dengan tidak terampilnya ia dalam kegiatan fisik, ia akan jadi tersisih, serba tidak bisa, dan akhirnya berpengaruh pada rasa percaya dirinya."
TAK CEPAT BOSAN
Segi keamanan, juga perlu dicermati orang tua. Aman dalam arti tidak ada bagian yang mudah tertelan, tidak tajam, tidak menjepit, tidak menimbulkan api, dan tidak beracun. karena anak usia batita masih suka mengemut mainan. Sesuaikan pula mainan dengan usia anak. Jika mainnya terlalu sulit, anak jadi malas bermain. "Sebaliknya, kalau kelewat gampang, ia cepat bosan." Memang hampir semua anak cepat bosan dengan mainannya walau baru dibelikan. "Tugas orang tua agar anak tetap berminat dengan mainannya. Ia harus pintar cari variasi lain sehingga anak jadi tertarik."
Untuk menghindari rasa bosan itu pulalah, disarankan agar mainan yang dikeluarkan tiap harinya cukup 4-5 macam saja. Seminggu sekali ganti dengan mainan lainnya. "Selain mengusir rasa bosan anak, sekaligus melatih ia berkonsentrasi dengan satu alat permainan. Kalau mainannya terlalu banyak, baru bermain 2-3 menit sudah beralih ke mainan lain. Ingat, perhatian mereka, kan, masih gampang teralih."
Jika anak tak bisa anteng dengan satu alat permainan, berarti merugikan si kecil. "Ia jadi jadi tak mendapat keuntungan dari mainannya itu. Bukankah bermain sekaligus sebagai proses belajar?"
DIAWASI
Mendampingi anak batita saat bermain, amat dianjurkan.. Jadi, kalau ada yang membahayakan, bisa segera dicegah." Misalnya, ia memasukkan kelereng ke mulut. Selain itu, orang tua bisa memberi pengetahuan tambahan pada anak.. Bermain harus menjadi hal yang menyenangkan. Janganlah terlalu menuntut semisal melontarkan kalimat, "Kok, begini saja tak bisa?" atau "Bikin Legonya harus begini!"
Semua itu, hanya akan membuat imajinasi anak tak berkembang. "Anak juga jadi malas mencoba, gampang menyerah, dan menarik diri."
Dalam bermain, yang terpenting adalah cara bermainnya. "Kalau anak merasa dipaksa, dituntut, akhirnya mereka malas bermain. Jika ia tak bisa, misalnya menyusun puzzle , beri contoh saja hingga ia bersemangat meniru." Tak perlu terlalu mudah mengatakan, "Jangan!" Misalnya, "Jangan lari, nanti jatuh!" Lebih baik katakan, "Jalan saja, yuk!" Jadi, sesuatu yang positif, bukan negatif. "Kalau anak terlalu banyak dilarang, biasanya ia akan makin keras menolak."
Anak juga perlu dilatih membereskan mainannya. Hal ini untuk melatih tanggung jawab akan kebersihan ruangan, yang kadang bisa mengganggu orang lain. "Karena itulah, agar pekerjaan anak tak berat, tiap hari cukup keluarkan sebagian mainan."
Jenis Dan Alat Permainan Batita
* Usia 1-2
1. Mengenal Warna
Jika pada usia bayi kita memperkenalkan warna untuk merangsang indera penglihatannya, pada usia 1 - 1,5 tahun, kita sudah bisa mengajarkan jenis warna itu sendiri. "Ini merah, ini biru, yang itu hijau."
Perkenalkan satu per satu agar ia tak bingung. Bila ia sudah paham satu warna, baru ajarkan warna lain. Caranya, ujilah ia untuk mengambilkan apel merah di meja makan atau baju warna merah. Kalau ia mengambil dengan benar, berarti sudah saatnya ia diajarkan warna lain. Lebih baik, perkenalkan ia pada warna-warna dasar terlebih dahulu.
2. Membedakan Suara
Permainan membedakan suara juga bisa dilakukan anak usia 1 - 1,5 tahun. Rekam atau tiru berbagai suara binatang dan benda-benda di sekeliling. Minta anak menebak suara dari rekaman tadi. Ini amat baik untuk melatih aspek kognisi anak.
Bisa pula minta mereka membedakan suara dengan cara memukulkan sendok ke kaleng lalu ke gelas. Atau gunakan tepukan tangan. Misalnya bunyi 2 tepukan dan 3 tepukan. Nah, ia akan belajar membedakan suara.
3. Mengenal Alam
Si kecil juga sebaiknya dikenalkan dengan alam. Mengenal binatang asli di kebun binatang, daun-daun sungguhan, dan lainnya. Pengalaman dan pengetahuannya pun akan bertambah kaya.
4. Bermain Pasir
Jika rumah berada dekat pantai, bisa dilakukan di pantai. Jika tidak, sediakan gunungan kecil pasir, taruh di bak plastik atau kotak kayu yang dibuat khusus untuk itu. Anak usia 1,5 tahun umumnya suka main pasir, sama halnya jika mereka main air.
5. Bermain Jari
Di usia 1,5 tahun, si kecil bisa dilatih keterampilan memainkan jarinya. Dengan cara ini, motorik anak akan terlatih. Gambari ibu jarinya dengan wajah orang dan minta ia bermain peran (macam sandiwara boneka). Ini sekaligus melatih bahasanya. Bisa pula dengan bantuan boneka tangan. Imajinasi anak pun akan berkembang.
6. Bermain Kepingan Gambar
Puzzle atau kepingan gambar sederhana (yang terdiri dari beberapa keping saja) amat cocok untuk anak usia 1-2 tahun. Pilih keping gambar yang berdesain sederhana dan berwarna-warni cerah. Manfaatnya, selain melatih motorik halus anak, juga sekaligus melatih kognisinya. Sedangkan untuk anak usia 3 tahun, beri puzzle yang lebih kompleks.
Puzzle tidak mesti dibeli di toko. Orang tua pun bisa membuatnya sendiri. Ambil gambar warna-warni dari majalah, gunting menjadi beberapa bagian, tempel potongan gambar di atas karton. Murah tapi sarat manfaat, bukan?
7. Meronce
Di usia 1,5 - 2 tahun, si kecil juga sudah bisa diajarkan meronce. Gunakan benang besar (benang kasur atau benang wol besar). Benda yang dironce bisa berupa kelosan benang yang diberi warna atau manik-manik aneka warna. Selanjutnya minta si kecil merangkai kelosan tersebut berdasarkan urutan warna yang dikehendaki.
Saat ia memasukkan benang ke dalam kelosan dan menyusunnya berdasar urutan warna, sebetulnya ia tengah dilatih menggunakan motorik halusnya sekaligus daya pikirnya.
9. Mengenal Aneka Benda
Mengenalkan macam-macam benda, entah itu binatang atau peralatan rumah, juga bisa menambah perbendaharaan kata si kecil. Misalnya dengan cara melihat-lihat gambar di buku. Buku juga bisa disusun dengan cara ditumpuk seperti menyusun balok-balok atau membentuk terowongan.
10. Bermain Lego & Balok
Lego atau balok juga bisa diperkenalkan pada mereka. Mungkin mereka hanya akan menyusun ke atas, ke samping, atau melempar-lempar saja. Tapi tak apa. Di usia ini, anak memang sedang senang-senangnya bermain kasar. Misalnya sudah disusun tinggi, dirobohkan kembali. Buat mereka, hal itu amat menyenangkan. Sebetulnya, dari situ pula anak belajar, bahwa jika benda bersusun dijatuhkan, yang tadinya berada di atas sekarang menjadi terpencar.
11. Mainan Tentang Sebab-Akibat
Sediakan baskom dan corong plastik atau gayung berlubang. Selanjutnya isi corong tersebut dengan air atau pasir bersih. Anak akan belajar bagaimana benda itu dikosongkan dan diisi, bagaimana benda itu mengalir ke bawah. Selain itu juga bisa digunakan benda-benda plastik yang bisa mengapung ke air atau dikempiskan, bagaimana memutar atau menekan tombol, dan lainnya.
12. Mainan Perangsang Kreativitas
Krayon, menempel, lilin malam, tanah liat, bahan untuk membuat kolase, play daugh, bisa diperkenalkan pada usia ini. Tentu saja jangan harap ia menciptakan karya seni hebat. Yang penting, daya imajinasinya berkembang sekaligus melatih motorik halusnya.
13. Pengembangan Motorik Kasar
Main bola, sepeda roda tiga, perosotan, ayunan, luncuran, memanjat, meniti, bergulingan, dan sebagainya juga amat baik. Anak tak harus melulu dilatih perkembangan motorik halus dan kognitifnya. Motorik kasarnya juga perlu dikembangkan.
* Usia 2-3
Jenis mainan untuk anak usia 1-2 tahun dengan 2-3 tahun hampir sama. Perbedaannya hanya untuk beberapa mainan saja. Misalnya, puzzle tentunya harus lebih kompleks, buku cerita dengan cerita yang lebih panjang, dan lainnya.
Ia juga sudah bisa mulai diajarkan konsep matematika dasar. Mengenal jumlah, konsep besar dan kecil, konsep bentuk (segi tiga, segi empat, lingkaran).
Untuk bermain khayal juga sudah lebih maju. Miniatur alat-alat rumah tangga (meja, kursi, telepon, mobil, rumah, peralatan dapur) bisa dipakai sebagai sarana bermain khayal. Orang tua sebaiknya ikut berperan dalam permainan ini. Ajak si kecil bermain perang-perangan atau berperan jadi tuan rumah dan tamu. Bagaimana bermain menyuguhkan makanan untuk tamu, dan seterusnya. "Dengan ikut bermain bersama anak, kedekatan emosional antara si orang tua dan anak akan semakin erat."
Untuk mendapatkan mainan anak yang berkualitas kunjungi:
http://www.mainan-anakku.com
